- 2011 (3)
- 2009 (1)
-
2008
(14)
-
Mei(14)
- Indahkan detik bercinta
- Bertengkar yang selamat
- Cinta Semakin Hambar
- Lupakan bekas kekasih
- Cinta Bukan Untuk Pengecut
- 10 Ciri Lelaki Kasanova
- Tanda kekasih curang
- Putus cara baik
- 30 Tanda Jatuh Cinta
- Bila kawan jadi kekasih
- Di Atas Sajadah Cinta
- Cinta Sepotong Mimpi
- Tak Cukup Hanya Cinta
- Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
-
Mei(14)
Blog Archive
-
►
2008
(14)
-
►
Mei
(14)
- Indahkan detik bercinta
- Bertengkar yang selamat
- Cinta Semakin Hambar
- Lupakan bekas kekasih
- Cinta Bukan Untuk Pengecut
- 10 Ciri Lelaki Kasanova
- Tanda kekasih curang
- Putus cara baik
- 30 Tanda Jatuh Cinta
- Bila kawan jadi kekasih
- Di Atas Sajadah Cinta
- Cinta Sepotong Mimpi
- Tak Cukup Hanya Cinta
- Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
-
►
Mei
(14)
About Me
- yusriLOVE
- Tiada Jarak yang memisahkan kita ada rindu kian mengental, adakah kau punya rasa yang sama?
Labels
Askep Presbiakusis
dalam telinga dalam.
Download Disini
Askep Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah batas terendah kadar glukosa darah puasa (true glucose) adalah 60 mg %, dengan dasar tersebut maka penurunan kadar glukosa darah di bawah 60 % disebut sebagai hipoglikemia. Pada umumnya gejala-gejala hipoglikemia baru timbul bila kadar glukosa darah lebih rendah dari 45 mg %.
Pada waktu makan (absorptive) cukup tersedia sumber energi yang diserap dari usus. Kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai makro molekul, karena itu fase ini dinamakan sebagai fase anabolic. Hormon yang berperan adalah insulin. 60 % dari glukosa yang diserap usus dengan pengaruh insulin akan disimpan di hati sebagai glikogen, sebagian lagi akan disimpan di jaringan lemak dan otot juga sebagai glikogen. Sebagian lain dari glukosa akan mengalami metabolisme anaerob maupun aerob untuk memperoleh energi yang
digunakan seluruh jaringan tubuh terutama otak. Sekitar 70 % dari seluruh penggunaan glukosa berlangsung di otak. Berbeda dengan jaringan lain otak tidak dapat menggunakan asam lemak bebas sebagai sumber energi.
Pada waktu sesudah makan atau sesudah puasa 5 – 6 jam kadar glukosa darah mulai turun, keadaan ini menyebabkan retensi insulin juga menurun, sedangkan hormon kontralateral yaitu glikogen, epinefrin, kortisol dan hormon pertumbuhan meningkat. Terjadilah keadaan sebaliknya (katabolik) yaitu sintesis glikogen, protein dan trigliserida akan menurun sedangkan pemecahan zat-zat tersebut akan meningkat. Pada keadaan penurunan glukosa darah mendadak glukagon dan epinefrin yang berperan. Kedua hormon tersebut akan memacu glikogenolisis dan glukenogenesis dan proteolisis di otot dan liposis di jaringan lemak. Dengan demikian tersedia bahan untuk glukoneogenesis yaitu asam amino terutama alanin, asam laktat, piruvat dan gliserol.